Untuk mendesain tentunya memerlukan suatu Software atau program desain grafis agar pekerjaan akan lebih mudah dan cepat. Saat ini Program Desain Grafis sebagian besar menggunakan produk dari pihak adobe. Pada artikel yang akan saya bahas saat ini adalah tentang penggunaan sofware yang tepat dan bijak agar Anda tidak mengalami kendala pada pekerjaan, kenapa hal ini perlu saya bahas tentunya karena masih banyak dijumpai beberapa dari hasil desain yang menggunakan Program Desain Grafis tidak pada tempatnya walaupun itu tidak salah.

Oke kita langsung ke pokok pembahasannya, baca baik-baik ya.. ini penjelasan Global tentang Program Desain Grafis sehingga anda bisa mengambil sikap yang tepat pada pembuatan desain.

1. Adobe Indesign
Jika Anda pernah menggunakan Pagemaker atau QuarkXpres maka tidak akan membantu kelancaran pada penggunaan software. Program ini dirancang untuk pembuatan layout yang memerlukan penggunaan dengan halaman dalam jumlah yang banyak, misal seperti pembuatan Majalah, buletin, journal, laporan tahunan atau Buku. Pada Indesign ada fitur pembuatan nomor halaman secara Otomatis yang diletakkan pada halaman master sehingga anda tidak perlu membuat nomor halaman pada setiap halaman yang dibuat. Halaman master pada Indesign sangat membantu misal jika anda ingin mebuat layout dengan format tetap pada setiap halaman, contoh jika tiap halaman akan diletakkan Image/icon. Setiap obyek atau teks yang diletakkan pada halaman Master akan terlihat di halaman reguler. Jika anda ingin membuat Desain yang memerlukan halaman dalam jumlah banyak apalagi ada penomoran seharusnya menggunakan program Adobe Indesign akan lebih mudah dan cepat jangan Illustrator atau Adobe Photoshop.

2. Adobe Illustrator
Program ini dirancang untuk pengelolaan desain terutama pengolahan image vector secara leluasa. Adobe Illustrator akan lebih sesuai untuk penggunaan rancangan membuat Logo, Maskot, Gambar Kartun atau membuat karya desain seperti Poster atau flayer. Pada Illustrator Kurva image yang dihasilkan berbentuk vector sehingga tidak perlu kuatir akan kualitasnya ketika akan diperbesar berapapun kualitas gambar akan tetap terjaga tidak akan mengalami perbesaran pemaksaan pixel. Format file Illustrator besar oleh sebab itu pada satu dokumen Illustrator tidak cocok untuk pemakaian desain dengan jumlah Halaman yang banyak.

3. Adobe Photoshop
Siapa yang tidak kenal software ini orang awampun saat ini mulai banyak yang menggunakan Photoshop. Program Photoshop pada penggunaannya lebih menekankan penggunaan Image Bitmap/photo. Pada hal ini maka fitur color corection ataupun effect tersedia banyak. Anda bisa melakukan koreksi warna dengan berbagai cara mulai dari brightnes contras, level, Curve ataupun selective color dan saling melengkapi. Penggunaan layer dan Masking pada Photoshop sangat sangat dianjurkan.

Demikian penjelasan tentang program desain grafis sehingga kita tidak salah pilih pada penggunaanya.
Ini adalah beberapa kekeliruan atau kesalahan yang mendasar bagi pengguna photoshop yang sering dilakukan secara tidak sengaja atau sadar karena hal ini sangat banyak yang belum mengetahuinya. Pengalaman saya yang sering menerima data desain dari berbagai sumber klien sangat bervariatif, ada yang mengerti dan tahu akan Desain tapi kurang paham tentang proses cetak sehingga hal ini bisa menjadi kendala ketika data akan diproses untuk percetakan produksi massal.

Beralih ke kasus judul di atas di bawah ini beberapa kesalahan Dasar dalam penggunaan Photoshop:

1. Menentukan Resolusi Image secara sembarangan.

resolusi image

Ketika kita akan memulai membuat Dokumen baru dengan menggunakan Photoshop akan disuguhkan menu yang harus disetting diantaranya adalah menentukan Resolusi Image. Resolusi Image sangat penting sekali karena hal ini yang menentukan kualitas Image tersebut. Saran saya jika penggunaan dokumen hanya untuk keperluan web atau presentasi cukup menggunakan Resolusi Image 72 DOT per Inch bukan perCM, namun jika untuk keperluan Offset Printing antara 220-300 dot perinch dengan asumsi akan dicetak menggunakan Kertas Art Paper/Matte paper/HVS.

2. Menghapus area Image Tidak menggunakan Masking.
Pernahkah anda melakukan menghilangkan area tertentu di Photoshop dengan cara tidak menggunakan masking?...tentu pernah khan?. nah jika hal ini anda lakukan untuk pekerjaan anda maka suatu saat anda kan mengalami kesulitan jika dikemudian image tersebut akan di olah lagi, namun apa jadinya jika iamge tersebut pada penghilangan area tertentu tidak menggunakan masking. Berkaca dari masalah tersebut maka untuk pengolahan image yang memerlukaan ada area tertentu yang harus dihapus atau dibuang maka sebaiknya menggunakan masking.

3. Tidak Menggunakan ShortCut
Namanya juga Shortcut tentunya untuk menyelesaikan eksekusi dengan jalan pintas atau cepat. Saran saya sebaiknya hafalkan beberapa shortcut yang sering anda gunakan sehingga tidak selalu menggunakan "MOUSE" yang tentunya hal ini akan memperlama proses pekerjaan.

4. Bekerjalah dengan Layer!..

Layer pada Photoshop

Layer pada Photoshop elemen yang sangat membantu dalam pekerjaan, maka manfaatkan layer tersebut. Membuat desain dengan menggunakan Photoshop tentunya Anda akan menggunakan beberapa obyek, image, photo ataupun teks yang bervariasi. Apa jadinya jika hal satu ini anda jadikan pada satu layer,..hmmm anda kan kerepotan sendiri dalam pengeditan olah image atau Teks. Aturlah layer secara sederhana dan gabungkan sesuai fungsinya jangan menemapatkan Layer secara acak.

5. Selalu Simpan File kondisi format PSD.
Ini hal terakhir untuk penyimpanan file Photoshop anda, selalu simpan salah satu file layout pada kondisi file masih berbentuk Layer karena hal ini akan berguna kemudian hari jika anda akan mendesain atau setting ulang data.

Semoga bisa membantu dan ketrampilan Photoshop anda makin bertambah.